By Siti Amini at 14.19 , have 9 komentar
Ads by google:
Ads by google:
Cara mengatasi alergi bayi. Alergi tidak hanya bisa diderita oleh anak – anak atau orang dewasa, tapi alergi juga bisa diderita oleh bayi. Sebelum terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, sebaiknya bunda mengenal terlebih dahulu tanda – tanda seorang bayi yang terkena alergi. Alergi pada bayi bisa terjadi di berbagai tempat di tumbuh bayi.

Cara Mengatasi Alergi Pada Bayi

cara mengatasi alergi bayi
Sejak dalam kandungan alergi pada bayi bisa dideteksi walaupun belum 100% kebenarannya. Hasil penelitian terhadap beberapa ibu hamil menyebutkan bahwa gerakan refluk esophagus dan hiccups (cegukan) janin meningkat pada malam hingga pagi hari, namun setelah dilakukan eliminasi makanan terhadap ibu gerakan refluk dan hiccups (cegukan) menjadi berkurang.

Ciri – Ciri Alergi Pada Bayi

  • Sesak saat bayi baru lahir. Bayi merasa pernapasannya sesak sesaat setelah lahir. Hal ini terjadi hingga usia 3 hari dan membaik setelah 7-10 hari. Biasanya disertai dengan pembesaran kelenjar thymus. 

  • Mulut hipersensitif. Timbul bercak putih yang sulit dibedakan dengan jamur dan terkadang bercak tersebut timbul bersamaan dengan infeksi jamur. Bibir tampak mongering dan pada beberapa bayi bibir tengah berwarna lebih gelap. Air liur bayi berlebih, bayi sering menjulurkan lidah keluar dan sering menyemburkan air liurnya.

  • Hidung sensitive. Sering bersin, kotoran hidung banyak, hidung buntu sehingga jika minum ASI hanya pada satu sisi payudara dan sering tersedak saat minum ASI. Ada beberapa teknik pemberian ASI agar bayi bunda tidak mudah tersedak dan cegukan, baca selengkapnya di teknik cara menyusui yang benar pada bayi,

  • Mata sensitive. Mata sering berair dan belekan.

  • Kulit sensitive. Kulit bayi sering timbul ruam atau bintik kemerahan terutama pada pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Adanya bekas hitam seperti bekas gigitan nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal. Kotoran telinga berlebihan dan terkadang sedikit berbau.

  • Timbul kuning pada permukaan kulit. Warna kuning yang timbul berkepanjangan pada kulit bayi bisa diidentifikasikan sebagai gangguan saluran pencernaan dengan keluhan obstipasi dan konstipasi. 

  • Gangguan saluran cerna. Adanya gangguan saluran cerna ditandai dengan sering muntah atau gumoh, kembung, cegukan, sering buang angin, sering gelisah atau kolik terutama pada malam hari, dan sering terlihat seperti “ngeden”.

  • Aktivitas motorik berlebihan. Selain gejala di atas, biasanya bayi yang memiliki alergi akan disertai dengan gangguan pada aktivitas motoriknya. Ciri bayi yang mempunyai gangguan motorik diantaranya mudah bosan terhadap mainan dan ruangan yang sempit. Mata bayi sering melihat ke atas, tangan dan kaki bergerak berlebihan. 

Cara Mengatasi Alergi Makanan pada Bayi

Alergi yang sering diderita oleh bayi adalah alergi makanan. Makanan yang sering menimbulkan alergi pada bayi antara lain adalah produk susu formula, susu sapi, makanan laut, sereal yang mengandung gluten (gandum, gandum hitam, gandum oat dan gandum barley), kacang – kacangan (kacang tanah, kacang kedelai, dll), seledri. Oleh karena itu dianjurkan untuk ibu agar tidak memberikan makanan pemicu alergi kepada bayi. Makanan yang megandung gluten sebaiknya tidak diberikan kepada bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Begitu pula dengan makanan laut seperti ikan, kepiting, udang dan lobster. Sebaiknya tidak diberikan kepada bayi sebelum usianya mencapai 6 bulan. Jangan memberikan segala jenis kacang – kacangan kepada bayi dengan keluarga yang mempunyai riwayat alergi sampai bayi berusia 3 tahun.

Cara Mengatasi Alergi pada Bayi Secara Alami

Cara mengatasi alergi bayi jika timbul diare

Apabila alergi pada bayi menimbulkan diare maka yang harus dilakukan ibu adalah dengan tetap memberikan ASI dan makanan yang biasa dikonsumsi sehari – hari. Berikan cairan oralit yang khusus diperuntukkan bayi dengan volume sejumlah cairan bayi yang dikeluarkan melalui kotoran atau muntahan, atau jika kesulitan bisa dengan memberikan 100 ml oralit setiap kali bayi mengalami diare. Segera konsultasi ke dokter jika diare belum kunjung sembuh



Cara mengatasi alergi bayi pada susu

Sekitar 7% bayi mengalami alergi pada susu. Alergi susu disebabkan oleh reaksi protein yang terkandung dalam susu terhadap system kekebalan tubuh bayi. Bayi yang mengalami alergi terhadap susu akan menampakkan reaksi seperti wajahnya beruam, mata berair dan hidung tersumbat setelah beberapa saat mengkonsumsi susu.

Respon yang ditunjukkan bisa langsung setelah mengkonsumsi produk susu atau terjadi respon pencernaan setelah 45 menit hingga 20 jam mengkonsumsi susu. Berbeda dengan intoleransi laktosa, bayi yang mengalami intoleransi laktosa mengalami respon berupa sakit perut dan produksi gas di dalam usus yang meningkat. Intoleransi laktosa bisa menimbulkan eksim dan kulit bersisik pada kulit bayi serta adanya benjolan putih.

Alergi susu dapat diatasi dengan mengganti susu formula dengan ASI. Namun jika ibu terpaksa tidak bisa memberikan ASI maka solusi selanjutnya adalah pemberian susu formula yang mengandung protein hidrolisi parsial seperti NAN, HA, Enfa HA. Susu formula jenis ini dapat diberikan pada bayi minimal sampai 1 tahun. Cara lainnya adalah dengan memberikan susu bayi yang terbuat dari kedelai. Namun untuk beberapa bayi kedelai bisa menjadi pencetus alergi.

Cara mengatasi alergi kulit pada bayi

Alergi pada bayi sering menimbulkan efek pada kulitnya. Cara mengatasi alergi bayi yang paling penting adalah jangan mencoba untuk menggaruk kulit yang terasa gatal karena bisa menimbulkan bekas hitam. Jangan sembarangan memakai krim untuk mengurangi dampak alergi. Konsutasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang terbaik. Gunakanlah pakaian yang nyaman dan berbahan lembut kepada bayi. Pemakaian minyak kelapa dan lidah buaya yang dioleskan ke kulit bayi bisa diterapkan namun dengan pendampingan oleh dokter. Hindari pemberian obat oral, bedak, salep dan beragam obat – obatan kimia lainnya.

Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah kenalilah penyebab atau sumber alergi pada bayi, dengan begitu ibu akan dengan mudah melakukan pencegahan dan pengobatan yang tepat bagi buah hati.


Pencegahan Alergi Bayi

Alergi pada bayi dapat dicegah sejak dini sejak dalam kandungan. Ibu yang memiliki alergi sebaiknya tidak melakukan pantangan makanan tertentu selama hamil. Begitu pun ketika sang ibu menyusui, dianjurkan untuk tidak melakukan pantangan makanan. Jika bayi menunjukkan gejala alergi setelah ibu tidak melakukan pantangan makanan maka ibu baru meneruskan pantangan makanannya. Sejak mengandung Ibu juga harus menghindari paparan asap rokok. Paparan asap rokok akan mengganggu fungsi barrier pada plasenta bayi sehingga bayi bisa berisiko menderita asma kemudian hari.

ASI merupakan zat nutrisi penting yang dibutuhkan bayi. Sejuta manfaat ASI dibutuhkan bayi untuk meningkatkan dan menjaga system kekebalan tubuhnya, termasuk dalam mencegah alergi. Oleh karena itu berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya. Selepas dari usia 6 bulan bayi bisa diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI. Perkenalkan makanan padat pada bayi satu persatu. Berilah jarak beberapa hari untuk memperkenalkan makanan padat yang satu dengan yang lainnya untuk mengecek apakah terdapat reaksi alergi. Jika orang tua memiliki riwayat alergi terhadap makanan tertentu maka perkenalkan makanan tersebut kepada bayi secara perlahan, perhatikan apakah reaksi alergi juga terjadi pada si bayi. Kemudian hindarkan bayi dari paparan asap rokok, polusi, debu atau binatang peliharaan.

Itulah tadi beberapa tips cara mengatasi alergi bayi yang bisa bunda lakukan.

baca juga:
1. Cara mengatasi batuk pilek pada bayi dengan aman
2. Cara mengatasi cegukan pada bayi aman dan mudah

Semoga bermanfaat.

Ikan Oleh Google :
Bermanfaat kan? Yuk Share ke :
Facebook Tweet

9 komentar:

  1. makasih sekali infonya

    BalasHapus
  2. Bunda saya mau tanya, klo saya baca artikel ini, bayi saya termasuk yg alergi pencernaa, dgn keluhan sering mulet dan ngeden , skrg usianya 35hari namun kulit mukanya kadang msh kelihatan kuning, tp putih matanya sdh bening putih bb nya jg meningkat normal, bab nya lancar dan normal , warna kencing bening, masih full asi, klo seperti itu bagaimana penangananya , terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo bayi umuran segitu biasanya masih kuning bun, Kalau pas pagi jemur atau ajakin jalan dibawah sinar matahari :)

      Hapus
  3. untuk bayi yg masih disusui makanan rekomendasi untuk bundanya apa ya ? kemarin gara" ibunya makan ikan bawal langsung bab darah,terus ini saya suruh makan pake abon sapi + tempe,tapi feses malah hijau dan di artikel mba siti untuk menjauhi kedelai, kalau boleh tau rekomendasinya makan apa ya mba, btw makasih infonya bermanfaat bgt

    BalasHapus
  4. Anak saya usia 12bulan,dia tidur malam susah nyenyak,selalu teriak dan minta ngempeng,bangun 30 sampai 60 menit sekali,dia ada bercak2 merah banyak di punggung n atas pantat,,makanan apa yg baik untuk anak saya konsumsi ya bun? Sepertinya dia hipersensitif saluran cerna

    BalasHapus
  5. Anak saya usia 10 bulan dan gatal2 dari sekitar umur 9bulan di sekitar wajah yang gatal kalo di bilang alergi susu formula anak saya di kasih formula sejak dari lahir karena ibunya ga keluar asinya.gimana cara mengatasinya dok tolong jawabanya makasih

    BalasHapus