By Siti Amini at 00.26 , have 1 comment
Ads by google:
Ads by google:

A. Pengertian Menopause

Menopause adalah masa yang bermula dari akhir masa reproduksi sampai awal masa senium , yaitu antara 40-65 thn ( 45-55 ). Bila terjadi dibawah 40 thn disebut klimaterium prekoks. Terbagi atas pramenepouse , mulai ada keluhan klimakterik),  masa menepouse sampai ( 3-5 )th setelah menepouse
( Arif mansjoer, 2007 )

Masa senium merupakan masa tercapainya keadaan keseimbangan hormonal yang baru, sehingga tidak ada lagi gangguan vegetatif maupun psikis.
(Hanifa Wiknjosastro,2007) 

Menopause adalah titik dimana menstruasi berhenti. Usia  rata-rata menopause ialah 51,4 tetapi 10% wanita berhenti menstruasi pada usia 40 dan 5% tidak berhenti menstruasi sampai usia 60. Menopause bedah terjadi akibat histerektomi bilateral.
(Bobak, 2005)

Menopause (klimakterik  atau “ perubahan kehidupan”) digambarkan sebagai penghentian fisiologis haid berhubungan dengan kegagalan fungsi ovarium, selama fungsi reproduktif menurun dan berakhir.
(Suzanne C smeltzer, 2002)
Kesimpulan :
Menopause adalah suatu proses fisiologis pada wanita yang ditandai dengan berhentinya menstruasi, biasanya terjadi pada usia 40 tahun yang bermula dari akhir masa reproduksi sampai awal masa senium.


B. Fisiologis  Menopause

Menopause adalah fenomena patologis tetapi merupakan bagian normal dari proses penuaan dan maturasi.  Menstruasi berhenti dan karena ovarium tidak lagi aktif, organ-organ reproduktif menjadi mengecil. Tidak ada lagi ovum yang matur; karenanya, tidak ada lagi hormon ovarium (estrogen) yang dihasilkan. (Menopause artifisial dapat terjadi lebih dini bila ovarium diangkat secara bedah atau mengalami kerusakan akibat radiasi.). Selain perubahan dalam sistem reproduktif yang mengurangi kadar estrogen, perubahan multi aspek juga terjadi diseluruh tubuh wanita. Perubahan ini termasuk neuroendokrinologis, biokimia dan perubahan metabolik yang berkaitan dengan penuaan.
(Suzanne C smeltzer, 2002) 

Menepouse terjadi pada wanita sewaktu ovariumnya tidak lagi berespon terhadap LH dan FSH dengan membentuk ekstrogen dan progesteron. Menopause biasanya terjadi antara usia 40 dan 50, dan dapat berlangsung selama 8-10 tahun. Selama proses monopouse yang panjang tersebut, terjadi perubahan-perubahan daur haid yang pada akhirnya berhenti.

Gejala-gejala monopouse disebabkan oleh tidak adanya ekstrogen. Gejala-gejala dapat berupa kemerahan pada kulit, ( host flushes ), sensasi dispnu ( sulit bernafas ), kelelahan, dan kadnag-kadang iritabilitas atau mudah emosional. Terjadi atrofi dan kekeringan vagina yang dapat menyebabkan hubungan kelamin terasa nyeri. Penurunan masa tulang dapat menimbulkan osteoporosis dan kulit menjadi kering. Etiologi dan mekanisme fisiologis pasti yang mendasari masih belum jelas. Sebagai respon terhadap penurunan fluktuatif konsentrasi estradiol, pusat termogulasi di dalam hipotalamus memicu vasodilatasi kulit dan berkeringat disertai meningkatnya suhu kulit sampai sebanyak 5°C.

Perlindungan ekstrogen terhadap penyakit arteri koroner  lenyap dan fungsi kognitif dapat berkurang. Karena banyaknya perubahan yang terjadi pada tubuh setelah ekstrogen berkurang.
(Corwin, 2009) 

Klimakterium mengacu pada periode kehidupan seorang wanita saat ia berpindah dari tahap reproduksi ketahap tidak reproduktif, disertai regresi fungsi ovarium.
(Bobak,2005)



C. Manifestasi Klinis Menopause

1. Gejala menopause:

a. Ketidakseimbangan vasomotor
Ketidaksetabilan vasomotor merupakan gangguan yang paling umum pada klimakterium. Wanita mengalami fase dilatasi dan konstriksi yang berubah-ubah, seperti warna kemerahan akibat panas ( flashes ) dan keringat malam . Kemerahan akibat panas merupakan sensasi  rasa hangat yang muncul tiba-tiba dengan durasi dan intesitas yang berfariasi dikepala,leher dan dada. Kemerahan ringan tak mengganggu aktivitas sehari-hari. Kemerahan moderat menyebabkan rasa tidak nyaman disertai peningkatan suhu yang dapat diukur dan pengeluaran keringat. Kemerahan berat menimbulkan rasa yang tidak nyaman disertai peningkatan suhu yang dapat diukur dan pengeluaran keringat.kemerahan berat menimbulkan rasa tidak nyaman yang ekstrim dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kemerahan akibat panas dapat berlanjut selama beberapa bulan atau tahun. Beberapa faktor dapat mempresipitasi suatu episod, meliputi  ruangan yang hangat atau padat,konsumsi alkohol, minuman panas,makanan berbumbu, dan dekat kesumber panas.

Keringat malam merupakan bentuk lain ketidakstabilan vasomotor yang dialami oleh banyak wanita. Tidur terganggu setiap malam karena penutup tempat tidur dan linen menjadi basah. Banyak wanita mengeluh tidak mampu kembali tidur. Terapi penggantian estrogen (Ekstrogen replacement therapy [ERT]) direkomendasikan untuk meredakan gejala.

b. Gangguan Emosi
Perubahan mood, iritabilitas, ansietas dan depresi sering kali dihubungkan dengan perimenopause. Wanita secara emosional merasa lebih labil, gugup atau gelisah. Wanita sering kali menghubungkan perubahan mood serta iritabilitas klimakterium denngan perasaan yang mereka alami selama dan segera setelah hamil. Namun, proses biokomia yang mendasari variasi respon emosi pada masa klimakterium tidak diketahui.

Stres kehidupan setengah baya dapat memperburuk menopause. Menghadapi anak remaja, membantu orang tua yang lanjut umur, menjadi janda atau bercerai, dan berduka karena teman atau keluarga sakit atau menjelang ajal adalah beberapa bentuk stres yang meningkatkan masalah resiko emosional yang serius.
Kemampuan untuk mengatasi setiap stres melibatkan sekurang-kurangnya tiga faktor: persepsi individu atau pemahaman terhadap kejadian, sistem pendukung serta mekanisme koping. Dengan demikian perawat harus mengkaji seberapa banyak informasi tentang klimakterium yang dimiliki wanita tersebut , persepsinya tentang pengalaman pengalaman stres, siapa yang diandalkan untuk tempat bergantung dan meminta bantuan serta jenis-jenis ketrampilan kopingnya.

Pesan budaya juga mempengaruhi status emosi selama perimenopause. Banyak wanita mempersepsikan ketidakmampuan untuk mengandung sebagai suatu kenilaian yang bermakna. Orang lain melihat menopause sebagai langkah pertama untuk masuk keusia tua dan menghubungkannya dengan hilangnya kecantikan. Budaya barat menghargai masa muda dan kecantikan fisik, sementara orangtua menderita akibat kehilangan status, fungsi, serta peran. Wanita  yang mempersepsikan menopause sebagai waktu kehilangan  mungkin akan mengalami depresi.

Untuk wanita lain, menopause bukanlah suatu kehilangan, tetapi suatu kebebasan dari rasa takut terhadap menstruasi yang merepotkan dan rasa tidak nyaman akibat kontrasepsi. Terlepas dari pesan budaya yang kuat bahwa masa muda dihargai melebihi usia, wanita yang menghargai dirinya sendiri akan menyesuaikan diri dengan baik terhadap keadaan menopause. Rasa letih dan nyeri kepala adalah masalah umum lain, yang dialami selama menopause. Penyebab tidak diketahui

2. Gejala Pasca Menopause

a. Atrofi Genetalia dan Perubahan Seksualitas
Seiring dengan penurunan kadar estrogen, epitel  vagina menipis dan pH vagina meningkat sehingga timbul kekeringan, rasa terbakar, iritasi dan dispareunia. Pada wanita, penyusutan uterus, vulva dan bagian distal uretra menimbulkan gejala yang mengganggu meliputi; sering berkemih, disuria, stres inkontinensia.
Dispareunia (hubungan seksual yang menimbulkan rasa nyeri) terjadi karena vagina menjadi lebih kecil, dinding vagina menjadi lebih tipis dan lebih kering. Hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan pascacoitus dan wanita mungkin mengelak melakukan hubungan seksual.

Sering berkemih terjadi kadang karena bagian distal uretra, yang berasal dari bakal embrio yang sama dengan organ reproduksi, menyusut. Zat pengiritasi memiliki akses yang lebih mudah untuk masuk kedalam saluran kemih pada uretra yang lebih pendek sehingga individu lebih sering berkemih dan mengalami sistisis.

b. Osteoporosis
Osteoporosis adalah penurunan massa tulang sering peningkatan umur , yang dihubungkan dengan peningkatan kerentanan fraktur. Tetesan pasca menopause dalam kadar ekstrogen menyebabkan tulang yang tua lebih cepat rapuh daripada tulang baru yang dibentuk. Hal ini menyebabkan tulang secara perlahan menjadi tipis.

 Ekstrogen diperlukan untuk mengubah vitamin D menjadi kalsitonin yang esensial dalam absorpsi kalsium oleh usus halus. Penurunan absorpsi kalsium , juga penipisan tulang , membuat wanita pascamenopause beresiko mengalami masalah yang berhubungan dengan osteoporosis .

c. Penyakit jantung koroner
Walaupun penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kematian pada wanita di Amerika , penelitian yang dirancang dengan baik dalam sekala besar belum dilakukan pada wanita.

Wanita pasca menopause beresiko penderita penyakit arteri koroner karena wanita mengalami penurunan kadar  kolesterol lipoprotein densitas tinggi (hight-density lipoprotein [HDL] ) dalam serum sekaligus peningktan kadar lipoprotein densitas rendah ( low-density lipoprotein [LDL] ). Terapi penggantian estrogen ( estrogen replacement therapy ( ERTI ) memperlambat proses ini
(Bobak, 2005)

D. Fokus Pengkajian Menopause

Pengkajian yang dilaksanakan pada pasien dengan gangguan masa klimakterium selain pengkajian secara umum juga dilakukan pengkajian khusus yang ada hubungannya dengan gangguan masa klimakterium yang meliputi :

1. Haid
a. Menarche
Makin dini menarche timbul, makin lama menopause terjadi, begitu pula sebaliknya
b. Dismenore
Banyak wanita yang merasakan kesehatan lebih baik setelah menopause dibandingkan sebelumnya.

2. Riwayat penyakit dan pembedahan
Menopause artifisial dapat terjadi lebih dini bila ovarium diangkat secara bedah atau mengalami kerusakan akibat radiasi.

3. Riwayat obstetri
a. Kehamilan
b. Abortus
c. Pemakaian obat kontrasepsi

4. Riwayat perkawinan

5. Kebiasaan hidup sehari-hari
a. Istirahat
b. Pola kegiatan
c. Diet

6. Penyakit yang pernah diderita

7. Pengetahuan pasien dan keluarga tentang:
a. masalah yang sedang dialami,
b. informasi yang diketahui pasien tentang menopause,
c. persepsi tentang pengalaman stres,
d. siapa yang dapat diandalkan untuk tempat bergantung dan meminta bantuan,
e. jenis ketrampilan koping pasien.

8. Keluhan-keluhan yang sedang dialami

Baca juga : Diagnosa Keperawatan Gangguan Rasa Nyaman Nyeri

Selamat belajar


Ikan Oleh Google :
Bermanfaat kan? Yuk Share ke :
Facebook Tweet

1 komentar: