By Siti Amini at 04.39 , have 0 komentar
Ads by google:
Ads by google:
diabetes militus atau kencing manis. Apakah Anda Sedang Mencari Pengobatan Penyakit Gula yang Terbukti Mujarab?

Penyakit gula adalah sesuatu momok yang menakutkan bagi masyarakat luas, selain tidak terdapat obat yang bisa menyebabkan penyakit ini. Masyarakat umunya lebih menggunakan obat yang diberikan pada dokter, namun terkadang meras jenuh karena penyakit tak kunjung sembuh dan obat bertambah banyak, bahkan tak jarang pasien penyakit gula darah yang lebih memilih tidak meminum obatnya. Obat yang diberikan oleh dokter memang tidak berfungsi untuk menyembuhkan namun membuat gula darah anda lebih stabil, sebaiknya anda menyimak beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang pengobatan penyakit gula darah, untuk memilih pengobatan mana yang terbaik bagi anda.

terjadinya penyakit kencing manis

Apakah penyakit gula darah?

Penyakit gula darah atau yang disebut diabetes adalah naiknya kadar gula di dalam tubuh kita, dimana ini telah melampaui batas normal.

Tubuh memang membutuhkan gula namun berlebihnya kadar gula dalam tubuh dapat menyebabkan komplikasi tersendiri, dimana anda tidak akan langsung terkena diabetes saat pertama kali kadar gula naik.

Anda akan merasakan gangguan kadar gula darah saat beberapa kali serangan, dimana serangan ini biasa terjadi setelah makan.

Makanan menjadi hal yang paling berperan dalam gelaja yang di timbulkan, dimana mayoritas orang Indonesia mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok, dimana dalam nasi banyak terkandung gula yang sangat tidak baik jika berada pada kadar yang berlebihan apalagi untuk usia senja.

Penyakit ini berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi yang terjadi pada seseorang, mengapa bisa demikian?

Karena semakin tinggi tingkat ekonomi seseorang akan mengkonsumsi makanan yang terbilang enak, padahal makanan enak itu identik dengan makanan yang mengandung hal yang kurang baik untuk kesehatan.


Bagaimana gejala awal kenaikan gula darah?

Sebelum kita mengetahui pengobatan gula darah, sebaiknya kita mengetahui dahulu gejala awal timbulnya diabetes.
Gejala awal dari diabetes sering kali tidak di anggap dan di acuhkan banyak orang, padahal jika di waspadai sejak awal maka diabetes menjadi lebih cepat penanganannya.

Dimana kadar gula darah bisa sangat melonjak tinggi sekali, hal ini dalam bidang kedokteran dinamakan hiperglikemia, dimana hal ini bisa terjadi sebaliknya, yaitu turun dengan sangat rendah sekali atau disebut dengan hipogkemia.

Dimana anda harus mengetahui tanda-tandanya jika menimpa anda atau orang di sekitar agar tepat dan cepat dalam penanganan.

Bagi Hiperglikemia tanda yang akan muncul yaitu merasa sering haus, sering ke toilrt untuk buang air kecil, penglihatan menjadi tidak fokus, terasa gatal dan muncul infeksi di kulit dan juga penurunan berat badan yang mendadak.

Bagi Hipoglikemia tanda yang akan muncul yaitu perasaan gelisah, merasa ingin makan terus menerus, tingkat kesadaran menurun, gemetar dan juga lebih banyak berkeringat.

Jika hal ini menimpa pada anda sebaiknya segera chek lab karena sering kali serangan kedua yang terjadi membuat seseorang menjadi tidak tertolong.

Bagaimana menentukan pengobatan gula darah yang terbaik?

Banyak pasien yang telah melakukan berbagai pengobatan, baik secara medis ataupun alternative. Namun hasilnya terkadang kurang maksimal karena kebanyakan orang ingin penyembuhan secara instan, padahal pengobatan yang baik adalah dilakukan secara rutin dan bertahap.

Selain rutin dan bertahan, pengobatan yang baik adalah dengan cara yang terbaik. Dalam pengobatan untuk mengendalikan gula darah, terdapat dua macam yaitu secara farmalogis dan non farmalogis.

Apakah perbedaan yang menonjolkan pada kedua pengobatan tersebut? Pengobatan ini berbeda secara penanganan dan perawatan.

Dimana pengobatan secara non-farmalogis adalah dengan cara pengendalian penyakit tanpa menggunakan obat-obatan, dimana tujuan dari pengobatan ini adalah agar penderita bisa menjalani hidup sehat dan sewajarnya, ini sangat dianjurkan pada pasien yang telah terdeteksi secara dini.

Sedangkan untuk pengobatan secara farmalogis berkebalikan dari non farmalogis yaitu dengan penggunaan obat, dimana terapi farmalogis dilakukan setelah pengobatan non-farmalogis tidak berhasil untuk mengontrol kadar gula darah untuk berada di tahap normal, biasanya ini dilakukan pada penderita lanjut yang telah senja dan bisa juga bagi penderita yang terlambat dalam pendeteksian.

Baca juga:

Menu Makanan Sehat Penderita Kencing Manis

Cara Mengatasi Diabetes Alami Tanpa Obat

Semoga bermanfaat.

Ikan Oleh Google :
Bermanfaat kan? Yuk Share ke :
Facebook Tweet

0 komentar:

Poskan Komentar