By Siti Amini at 23.41 , have 0 komentar
Ads by google:
Ads by google:
Malas banget itu kalau pas lihat acara tv isinya cuma sinetron. Sekarang acara kartun kesukaan saya sudah pada ilang. Dulu setiap hari saya bisa lihat spongebop, tom & jerry, dragon ball, sinchan, upin ipin dan masih banyak lagi. Setiap menit hampir seharian acara di tv kartun semua.

Kalau sekarang bagaimana? Kartun sangat sulit sekali dilihat. Kartun sudah sangat jarang ditayangkan di tv. Dulu hampir 12 jam spongebop ditayangkan. Tapi sekarang? Spongebop hanya tayang pagi hari. Tahu kenapa? Coba tanyakan pada KPI.


Yang lebih miris lagi, sekarang ini banyak sekali sinetron yang menurut saya tidak bermutu sama sekali. Sinetron yang sekarang ini hanya mengedepankan rating. Nggak ada nilai moral yang diberikan. Sinetronnya kebut kebutan, pake motor gede gede, terus isinya pacaran sama berkelahi. Kalo nggak gitu manusianya berubah jadi harimau, terus ngaum ngaum kaya harimau. Terus berkelahi, cakar cakaran. Ada lagi yang pake sepeda di jumping in.

KPI tahu nggak sih, itu tuh ditonton nggak cuma emak emak, tapi anak anak mereka juga ikut nonton. Dan parahnya juga, mereka itu peniru  yang sangat luar biasa. Seperti yang saya hadapi sekarang. Saya adalah seorang guru tk yang menghadapi puluhan anak yang berumur 3 sampai 5 tahun dengan beberapa karakter.

Setiap hari anak anak yang diomongin sinetron. Parahnya mereka nggak cuma ngmong, tapi juga meniru. Termasuk meniru adegan perkelahian. Anak anak yang meraasa diganggu dia akan langsung mengaum seperti harimau dan memukul serta menendang temannya.

Seperti itukah yang diharapkan KPI dengan menyegel film kartun yang katanya ada unsur kekerasan namun mempertontonkan sinetron yang justru menunjukkan arti kekerasan secara nyata.

Jangan hanya mengejar rating, kasihan sama penerus kita, kecil kecil otaknya sudah diracuni. Kalaupun sinetron sinetron tersebut tetap ditayangkan, bukankah lebih baik ditayangkan lebih malam. Saat anak anak sudah mulai tertidur.
Ikan Oleh Google :
Bermanfaat kan? Yuk Share ke :
Facebook Tweet

0 komentar:

Poskan Komentar