By Siti Amini at 22.34 , have 0 komentar
Ads by google:
Ads by google:
Sinetron akhir akhir ini memang marak. Tidak aneh jika dampak negatif sinetron ini mulai banyak dirasakan.

Dunia anak merupakan dunia bermain dan belajar mengenal segala sesuatu yang mereka lihat. Tapi saat ini sungguh sangat ironis bila kita melihat gaya bergaul anak-anak, baik anak usia dini hingga remaja. Mereka sudah banyak terpengaruh oleh hal-hal yang seharusnya belum layak untuk mereka ketahui. Contohnya adalah pengaruh tayangan-tayangan di televisi yang mereka tonton. Salah satu acara yang paling banyak digandrungi dan ditonton anak-anak adalah sinetron. Ya, acara ini memang paling banyak ditayangkan hampir di semua stasiun televisi zaman sekarang. Dan ada banyak sekali dampak negatif sinetron bagi anak-anak yang wajib menjadi peringatan bagi seluruh orang tua.

Dampak Negatif Sinetron Bagi Anak dan Remaja

Orang tua harus selalu membimbing dan mengawasi acara televisi apa yang ditonton oleh anak-anaknya. Karena jika tidak maka akan berakibat fatal terhadap moral dan pergaulan anak nantinya. Kalau bisa larang anak-anak Anda menonton sinetron. Adengan-adengan dalam sinetron banyak yang tidak mendidik dan rata-rata menceritakan soal percintaan, yang harusnya hanya untuk tontonan orang dewasa. Selain itu, pergaulan remaja yang bebas juga sangat ditonjolkan, seperti anak gank motor, perkelahian, tawuran, saling menghina antar pelajar, dan dialognya pun terkadang kasar. Dan dari hal-hal tersebut, anak-anak sangat mudah mencontoh juga mengikuti apa yang ditontonnya.


Salah satu hal yang membuat anak-anak suka menonton sinetron, mungkin karena artis-artis dan gaya hidupnya yang menarik, juga fashionnya biasanya terutama yang paling gemar ditiru remaja. Padahal itu mengajarkan gaya hidup hedonisme yang pastinya negatif untuk anak-anak. Selain itu sudah banyak kasus juga yang menjadi bukti dampak negatif sinetron bagi anak-anak, khususnya di Indonesia. Anak-anak menjadi kehilangan masa remajanya, bahkan anak-anak usia dini yang masih polos dan tidak faham juga turut menjadi korban.


Contoh-contoh kasusnya adalah kasus anak SD yang memukuli temannya hingga tewas hanya karena uang Rp 1.000,-, anak-anak SD yang sudah berani merokok, perkelahian antar pelajar, anak remaja belasan tahun yang tega memperkosa ibu kandungnya hingga hamil, kasus gadis remaja yang dijual temannya sendiri pada lelaki hidung belang untuk melayani nafsu seksnya, hingga yang tidak aneh lagi saat ini, yaitu banyaknya anak gadis yang hamil diluar nikah akibat berbuat tidak senonoh dengan pacarnya, dan masih banyak lagi.

Zaman memang sudah jauh berbeda dengan dulu, dimana anak-anak memiliki  dunia bermain yang bebas dari dampak negatif teknologi. Dan dulu itu di televisi masih banyak yang menyiarkan program-program edukatif bagi anak-anak. Namun hal itu  sempat dirasakan hanya hingga sampai tahun 1990-an saja. Mulai tahun 2000-an hingga saat ini sudah jarang sekali adanya program televisi khusus untuk anak-anak. Jika ada, mungkin hanya segelintir saja dan itupun hanya dalam waktu-waktu tertentu acaranya.

Banyaknya stasiun televisi yang mempertontonkan acara sinetron yang tidak mendidik, memang seharusnya perlu ditegur dan dikurangi. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah mungkin bisa dengan menyaring tiap sinetron atau acara televisi lain sebelum tayang. Stasiun televisi yang menayangkannya juga hendaknya berfikir dulu bila akan membuat dan menayangkan program/acaranya. Jangan hanya mengutamakan rating, sedangkan kualitas tontonannya menyimpang. Program yang baik itu harus memperhatikan sasaran penontonnya siapa dan apa dampak positif-negatif ke depannya.

Astagfirullah, sungguh menyedihkan sekali jika generasi penerus di Indonesia saat ini saja moralnya sudah tidak baik, maka akan jadi apa bangsa ini ke depannya?

Baca: Hapus Sinetron Tidak Bermutu dan Tidak Mendidik 

Semoga bermanfaat.
Ikan Oleh Google :
Bermanfaat kan? Yuk Share ke :
Facebook Tweet

0 komentar:

Poskan Komentar